Konsultasi Jodoh

A. Konsultasi Psikologi
Konsultasi psikologi atau yang biasa disebut konseling adalah suatu proses interaksi antara pihak yang membutuhkan bantuan (disebut konseli/klien) dengan pihak yang mendapat keterampilan khusus memberi bantuan (disebut konselor/helper) dalam suatu hubungan yang formal dan professional.
Adapun faktor pendorong terjadinya proses konseling adalah:
1. Pada diri individu, yaitu adanya masa-masa kritis dalam setiap masa perkembangan individu, terutama masa remaja.
2. Pada kondisi luar individu, misalnya perkembangan teknologi, nilai-nilai demokratis, nilai humanis versus pragmatis, nilai etika pergaulan, kondisi struktural dalam pendidikan dan kerja, transmigrasi dan urbanisasi, hubungan keluarga dalam arti fisik dan psikis.
Sedangkan tugas konselor adalah mencari alternatif-alternatif yang dapat membantu pasien dalam upaya meninggalkan pola lama, memfasilitasi proses pengambilan keputusan dan mendapatkan solusi masalah yang lebih tepat. Jadi, konseling akan berlangsung dalam sesi-sesi sebagai berikut :
1. Memulai mendefinisikan masalah.
2. Melanjutkannya dengan mencari alternatif.
3. Mengambil keputusan terhadap pilihan satu alternatif pemecahan masalah dan mengaplikasikan pilihan tersebut.
Seorang konselor harus tetap bersikap profesional dalam situasi apapun dan dengan siapapun. Seorang konselor tidak diperkenankan memberikan sugesti-sugesti tertentu yang dapat mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan persepsi secara terpaksa. Ataupun membuat pasien semakin terancam secara psikis
Konselor harus dapat membuat pasien merasa nyaman berkonsultasi pada konselor tersebut, karena tujuan utama dilakukannya konseling pada pasien adalah untuk mempengaruhi perubahan tingakah laku secara sadar, memudahkan perubahan tingkah laku melalui interview, mendengarkan dengan penuh perhatian, membantu orang lain untuk pemahaman diri, pembuatan keputusan/pemecahan masalah, sehingga pasien tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak diri ataupun merugikan orang lain.
B. Konseling
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konsele) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Frank Parsons di tahun 1908 saat ia melakukan konseling karier. Selanjutnya juga diadopsi oleh Carl Rogers yang kemudian mengembangkan pendekatan terapi yang berpusat pada klien (client centered).
Dibanding dengan psikoterapi, konseling lebih berurusan dengan klien(konseli) yang mengalami masalah yang tidak terlalu berat sebagaimana halnya yang mengalami psikopatologi, skizofrenia, maupun kelainan kepribadian.
Umumnya konseling berasal dari pendekatan humanistik dan client centered. Konselor juga berhubungan dengan permasalahan sosial, budaya, dan perkembangan selain permasalahan yang berkaitan dengan fisik, emosi, dan kelainan mental. Dalam hal ini, konseling melihat kliennya sebagai seseorang yang tidak mempunyai kelainan secara patologis. Konseling merupakan pertemuan antara konselor dengan kliennya yang memungkinkan terjadinya dialog dan bukannya pemberian terapi atau treatment. Konseling juga mendorong terjadinya penyelesaian masalah oleh diri klien sendiri.
Konseling bisa dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti di masyarakat, di dunia industri, membantu korban bencana alam, maupun di lingkungan pendidikan. Khusus pada dunia pendidikan tingkat dasar dan lanjutan di Indonesia, layanan ini biasa disebut bimbingan konseling (konseling sekolah) dan dilakukan oleh guru pembimbing (konselor sekolah).
KASUS KONSULTASI PSIKOLOGI
Kasus # 1 Stress Karena Putus Cinta dari Pacar
Saya seorang pelajar yang sudah 12 hari putus dengan pacar, 12 bulan kami berpacaran, saat ini perasaan saya bercampur aduk antara sedih, kecewa, benci, kehilangan dia, dan terluka menjadi satu. Saya bingung harus bagaimana, saya malah mengalami insomia setiap saya mengingat mantan saya atau sekedar mengingat kejadian keributan antara saya dengan dia.
Saya kerap marasa takut bila teringat itu semua, hati menjadi tak karuan …Saya mohon beri saya solusi karena saya ingin sekali terlepas dari semua ini saya sangat merasa tersiksa saya ingin melanjutkan hidup saya…Saya mohon saran dan masukan apa yg harus saya lakukan? Terimakasih…
Jawaban :
Salam hangat,
Memang betul, kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berharga akan menimbulkan tekanan. Rasa sedih dan kecewa akibat kehilangan tersebut apabila tidak dapat diatasi akan menimbulkan stress. Nah, efek stress dapat berupa tidak doyan makan, sulit tidur, sering terbangun tengah malam, mudah lupa, sulit konsentrasi dan lain-lain.
Kami dapat membayangkan betapa tersiksanya adik atas putusnya hubungan kalian. Pada beberapa orang, menikmati rasa “sakit” hati dapat membantu memulihkan kondisi psikis, asal proses menikmati rasa sakit hati (sedih,kecewa,dll) jangan terlalu berlarut-larut. Adik bisa mencoba cara itu, bila tidak ,cobalah melakukan katalisis alias mencurahkan emosi atau perasaan dengan orang yang bisa dipercaya misalnya sahabat,ibu,kakak. Pendapat mereka dapat membantu pikiran anda tetap positif.
Sangat disayangkan, pada usia semuda ini anda sudah sebegitu pesimisnya menghadapi hidup pasca putus dengan pacar. Okelah, mungkin anda kehilangan seseorang yang menjaga hati anda, seseorang yang “selalu” ada untuk anda,yang selalu bisa mengerti dan membuat anda tersenyum.
Tetapi, anda perlu menanamkan kepercayaan pada diri sendiri bahwa anda bisa menciptakan sendiri kebahagiaan anda,meskipun tanpa pacar. Jalan hidup anda kan masih panjang (begitu kata-kata orang tua ) tapi mau tidak mau memang benar dik.walaupun tidak mudah menghadapi masa krisis perasaan ini tapi anda pasti bisa asal ada keyakinan disitu bahwa anda bisa.
Sebagai langkah awal, cobalah tersenyum sambil memandang cermin, lihat dan amati perubahan wajah anda dari kusut menjadi cerah. Memang pada awalnya akan sulit karena hati anda tak ingin senyum. Tapi paksalah untuk tersenyum. Lakukan saja dengan tulus. Dan rasakan efek luar biasa akan terasa.Hati anda akan berubah lebih baik. Ini adalah teknik sederhana untuk membantu mengubah suasana hati negative menjadi positif.
Selanjutnya anda sendiri yang harus mengobati luka hati anda, tidak ada yang bisa kecuali ANDA. Yaitu dengan cara berpikir positif dan tetap optimis menyongsong hari esok. Bila perlu datanglah ke guru BK di sekolah, kebanyakan dari mereka mempunyai ketrampilan untuk membantu siswanya mengatasi masalah pribadi, atau dapat pula menghubungi psikolog terdekat.

Dikutip dari : http://www.sahabatwanita.com/stres-karena-putus-cinta-dengan-pacar yang terbit pada postingan tanggal 31 Agustus 2010

Nama : Kesih Sugandi Pratiwi
Kelas : 4PA07
NPM : 12509657

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Pengenalan (Pengantar) Sistem Informasi Psikologi

Pengenalan (Pengantar) Sistem Informasi Psikologi

Fitria Galih Cahyanti (15509421)
Kesih Sughandi (12509657)
Oktintya Putri Astrini (11509784)
Talita Zulmy Yantri Oktaviani (14509495)
Windy Novita Sari (15509654)
Yolla Nur Adzani (12509278)

Job Description

1.) Fitria Galih Cahyanti
Pengertian Sistem Informasi Psikologi dari sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 3 (dua) sumber data.

2.) Kesih Sughandi
Pengertian Sistem Informasi Psikologi dari sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 1 (satu) sumber data.
Pengertian Sistem Informasi dari sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 2 (dua) sumber data
.
3.) Oktintya Putri Astrini
Buku pengantar metodologi pengembangan sistem informasi/ pengertian sistem informasi
Pengertian Sistem Informasi Psikologi dari sumber (situs) internet yang diakses 6 Oktober sebanyak 2 (dua) sumber data.

4.) Talita Zulmy Yantri Oktaviani
Pengertian Sistem Informasi Psikologi dari berbagai sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 2 (dua) sumber data.
Pengertian Psikologi, Buku Psikologi Umum. Depok : Universitas Gunadarma

5.) Windy Novita Sari
Pengertian Informasi dari sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 1 (satu) sumber data.
Pengertian Sistem Informasi dari sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 1 (satu) sumber data.
Pengertian Psikologi dari sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 1 (satu) sumber data.

6.) Yolla Nur adzani
Pengertian Sistem Informasi Psikologi dari sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 1 (dua) sumber data.
Pengertian Sistem Informasi dari sumber (situs) internet yang diakses tanggal 6 Oktober 2012, sebanyak 2 (dua) sumber data.

Pembahasan
Sistem Informasi Psikologi

A. Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin yaitu systema dan dari bahasa Yunani yaitu sustema. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, dimana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item- item penggerak. Sebagai contoh, misalnya negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang membentuk suatu negara.
Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan pengertian dari sistem tersebut. Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsur – unsur tersebut dengan lingkungan. Ada juga Anatol Raporot yang mendefinisikan arti dari sistem itu. Menurut beliau, sistem merupakan suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.L.Ackof, menyebutkan bahwa sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian – bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lain.
Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem merupakan sekumpulan elemen atau unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Ada beberapa elemen yang membentuk suatu sistem, yaitu tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme, pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen – elemen yang membentuk sebuah sistem :

1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan, entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali.
2. Masukan
Masukan atau input sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal – hal yang berwujud maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah sedangkan yang tidak berwujud contohnya adalah informasi.
3. Proses
Merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai
4. Keluaran
Keluaran atau output merupakan hasil dari pemprosesan. Pada sistem informasi keluaran bisa merupakan informasi, saran, cetakan laporan dan lain-lain.
5. Batas
Batas sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem. Batas sistem mempengaruhi konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup system
Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat – sifat yang tertentu, yaitu :
1. Komponen
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan komponen dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sub bagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus.
2. Batas sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut
3. Lingkungan luar sistem
Apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara, sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak ingin terganggu kelangsungan hidup sistem
4. Penghubung
Merupakan media penghubung antar subsistem yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran atau output dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung.

5. Masukan
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.
6. Keluaran sistem
Hasil dari energi yang diolah dan diklarifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Misalnya, untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan sisa hasil pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7. Pengolahan sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukkan enjadi keluarn. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran
8. Sasaran sistem
Suatu sistem dapat mempunyai tujuan atau sasaran. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Pada prinsipnya, setiap sistem selalu memiliki 4 elemen :
1. Objek : dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel.
2. Atribut : menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya
3. Hubungan internal : berada diantara objek – objeknya
4. Lingkungan : tempat dimana sistem berada.

Berikut syarat – syarat sistem :
1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan suatu masalah
2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan
3. Ada hubungan diantara elemen sistem
4. Unsur dasar dari arus informasi, energi dan material harus lebih penting daripada elemen sistem
5. Tujuan organisasi lebih penting dari tujuan elemen.

Ada beberapa tipe sistem berdasarkan kategori :
1. Atas dasar keterbukaan
• Sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya
• Sistem tertutup
2. Atas dasar komponen
• Sistem fisik, dengan komponen, materi dan energi
• Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide

Secara garis besar, sistem dapat dibagi menjadi dua :
1. Sistem fisik
Sistem fisik merupakan kumpulan elemen – elemen atau unsur – unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya. Contohnya adalah sistem komputer, elemen dari sistem komputer berupa peralatan yang berfungsi bersama – sama untuk menjalankan pengolahan data
2. Sistem abstrak
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasi secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen – elemennya. Contohnya, hubungan antara manusia dengan Tuhan.

B. Pengertian informasi
Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion yang diambil dari bahasa Latin informationemyang berarti garis besar, konsep, ide. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktifitas dalam pengetahuan yang dikomunikasikan.
Informasi adalah pesan atau sekumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau sekumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Dalam bidang komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses atau yang ditransmisikan
Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan pengertian dari informasi. George R. Terry mengemukakan informasi merupakan data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan – keputusan yang akan datang.
Dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diberi makna melalui konteks. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Karakteristik Informasi Yang Baik :
1.) Relevan : Informasi dianggap relevan jika informasi itu berkaitan dengan keperluan pembuatan keputusan. Artinya informasi yang diterima harus relevan dengan permasalahan yang dihadapi. Contoh : Pertimbangan dalam seleksi karyawan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan sertifikat pelatihan.
2.) Akurat : Informasi yang diterima harus benar, merefleksikan realita/objektif, tepat, tidak bias dan sebaiknya ada derajat kebenaran sebagai hasil analisis statistik.
3.) Tepat Waktu : Informasi harus tersedia saat dibutuhkan.
4.) Lengkap dan memadai : Informasi yang diterima harus lengkap dan memadai dalam kuantitas dan kualitas sesuai dengan kebutuhan.
5.) Up to date : informasi yang diperoleh harus informasi terbaru yang mencakup dan mengakomodir perubahan-perubahan yang terjadi sehingga dapat memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan yang tepat.
6.) Dapat diandalkan : Informasi harus handal, dapat dipercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
7.) Dapat dimengerti : Informasi harus dapat dibaca dan dipahami dengan baik . Misalnya : dalam bentuk angka, tabel, dan grafik agar informasi tersebut berguna bagi para pembuat keputusan.
8.) Dapat dibandingkan : Informasi harus dapat dibandingkan dengan keadaan perusahaan saat ini, keadaan dimasa lalu, keadaan di masa akan datang, serta kemampuan potensial.

C. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.

Elemen Sistem Informasi :
Sistem informasi terdiri dari elemenelemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
1. Orang
Orang atau personil yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP
2. Prosedur
Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.
3. Perangkat keras
Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran.
4. Perangkat lunak
Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :
a. Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.
b. Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.
c. Aplikasi pernagkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.

5. Basis data
File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas kertas, mikro film, dan lain sebagainya.

6. Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabelkabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.
7. Komunikasi data
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer dan pirantipiranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputerkomputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

D. Pengertian psikologi
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Psyche yang berarti jiwa dan logia yang berarti ilmu. Secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan sansekerta JIV yang berarti lembaga hidup atau daya hidup. Oleh karena itu, jiwa merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan juga emosional (Basuki, 2008)
Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan antropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah :
1. Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor – faktor yang membentuk perilaku sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial.
2. Psikologi sosial
Mempunyai 3 ruang lingkup yaitu :
• Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu
• Studi tentang proses-proses individual bersama
• Studi tentang interaksi kelompok
3. Psikologi kepribadian
Bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
4. Psikologi kognitif
Bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi.

E. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan berbagai uraian di atas, sistem informasi psikologi dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi. Dengan contoh-contoh aplikasi langsung sebagai berkut :

 Penggunaan komputer dalam pembuatan software-software untuk bidang psikologi. Misalnya saja, di perusahaan sekarang ini banyak menggunakan software tentang alat tes agar waktu yang digunakan dalam menyeleksi calon karyawan baru lebih cepat dan efisien, serta tidak membuang tenaga para penyeleksinya juga.
 Dalam penggunaan software dari microsoft office, dimana yang dahulunya kita harus memakai mesin ketik untuk membuat surat atau membuat tulisan kita agar lebih rapih, tapi sekarang berkat adanya computer dan system informasi maka pekerjaan kita untuk membuat surat atau tulisan yang lain lebih cepat dan bahkan lebih rapih.
 Penggunaan laboratorium psikologi dimana didalamnya menggunakan prinsip ilmu komputer, contohnya saja laboratorium kognitif sains yang ada di kampus Gunadarma.
 Sistem konseling online yang sekarang ini banyak beredar dan banyak hadir di situs jejaring sosial. Hal-hal diatas merupakan sebagian contoh penggunaan sistem informasi dalam bidang psikologi saat ini. Dimana, ilmu psikologi juga berkembang berkat adanya perkembangan yang sangat pesat dari ilmu komputer itu sendiri.

Kesimpulan

Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan.
Suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini dimana manusia mendapatkan suatu pemahaman bagaimana membuat keputusan dari informasi tersebut.
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan. Contohnya komputer dijadikan sebagai alat pembantu untuk test psikologi.
Sistem informasi psikologi fakta yang tersusun secara logis dalam suatu bidang pengetahuan atau pemikiran sebelumnya yang membentuk sesuatu keterangan yang bermanfaat bagi manusia dalam rangka mencapai tujuan yang berisikan ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku individu dalam interaksi dengan lingkungan.
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi dan komputer yang dijadikan untuk meningkatkan pengguna dalam pengambilan keputusan terhadap penelitian, perencanaan dan pengolaan. Contohnya komputer dijadikan sebagai alat pembantu untuk menambah informasi dan digunakan sebagai alat untuk mempermudah jika ada alat test psikologi yang memerlukan perhitungan skor.

Daftar Pustaka

H.S, D. S., & Bunawan. (1996). Metodologi Pengembangan Sistem Informasi. Jakarta: Gunadarma.
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengenalan+sistem+infomasi+psikologi&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCEQFjAA&url=http%3A%2F%2Fbima.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F3331%2FSISTEM%2BINFORMASI.ppt&ei=_2JvUNCNDsrsrAfGl4HwDw&usg=AFQjCNHrYnBancOgqBFGv61P2ajejKsChg
http://florensiaangela.wordpress.com/sistem-informasi-psikolog/ (6 oktober 2012, 6.02 WIB)
http://dhearahadyani.blogspot.com/sisten-informasi-psikologi-minggu-i.html (6 oktober 2012, 6.12 WIB)
http://triwulandari12509172.blogspot.com/sistem-informasi-psikologi_1.html(6 oktober 2012, 6.16 WIB)
http://d3w1s4rt1k4.wordpress.com/tugas-sistem-informasi-psikologi/ (6 oktober 2012, 6.25 WIB)
Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi umum. Depok : Universitas Gunadarma
http://narendro.staff.gunadarma.ac.id/(6 Oktober 2012, 19:20)
http://rahard.wordpress.com/data-vs-informasi/(6 Oktober 2012, 19.25)
http://carapedia.com/pengertian_definisi_informasi_menurut_para_ahli_info504.html/(6 Oktober 2012, 19.30) http://www.sisilain.net/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html)/(6 Oktober 2012, 19;42) http://www.adipedia.com/mengenal-sistem-informasi-psikologi.html/(6 Oktober 2012, 19:47)

Click to access Pengantar-Sistem-Informasi.pdf


http://irene-blogqw.blogspot.com/sistem-informasi-psikologi.html/(6 Oktober 2012, 20:10)
http://ineznaricco.blogspot.com/tugas-1-sistem-informasi-psikologi.html/(6 Oktober 2012, 20:17)
http://ndutagen.blogspot.com/pengantar-sistem-informasi.html/(6 Oktober 2012, 20:20)
http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/-pengertian-sistem-informasi.pdf/(6 Oktober 2012, 20:41)
http://alawiyah-introducemyself.blogspot.com/pengertian-psikologi-menurut-para-ahli.html/(6 Oktober 2012, 20:45)

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Psikoterapi Bisa Jadi Solusi Kecanduan Internet

CALIFORNIA – Sebuah studi baru menunjukkan, pengguna internet yang mengalami ketergantungan ketika mereka sedang online, memiliki tanda-tanda perubahan di dalam otak yang mirip dengan pecandu alkohol. Lalu bagaimanakah cara mengatasinya?

Menurut Profesor Mark Griffiths, psikoterapi atau obat bisa menjadi solusinya. “Sangat penting untuk membedakan antara orang yang ketergantungan pada internet dan mereka yang telah ketagihan online,” ujarnya seperti dilansir Telegraph, Jumat (13/1/20102).

“Saya percaya ini merupakan hal yang berbeda, jika menjadi pecandu aplikasi online tertentu, seperti game, perjudian dan belanja. Ini merupakan kecanduan dalam internet daripada pada internet itu sendiri dan harus diperlakukan berbeda,” jelas Mark.

Seperti halnya pengobatan, menurut Mark, ini sama pentingnya untuk memahami penyebab kecanduan tersebut. “Orang bisa menderita rendah diri yang mengarahkan mereka, untuk menciptakan personal online dan bukannya berinteraksi secara offline. Maka pada kasus ini, pengobatan apapun harus fokus pasa peningkatan harga diri,” katanya.

Menurut Mark, orang yang sangat baik di game online, bisa mendapatkan hadiah dari keberhasilan mereka dan dipuji. Maka mereka juga harus menemukan kegiatan lain yang memberikan pengahargaan atau hadiah yang sama.

Untuk melakukan pengobatan untuk kecanduan juga tersedia berbagai macam perawatan, yang menurut Mark bisa melalui psikoterapi, di mana mereka berbicara tentang masalah yang mendasarnya.

“Meskipun begitu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa satu pengobatan lebih baih daripada yang lainnya dan kebanyakan orang akan mengambil pendekatan multimodal,” tandas Mark.

Beberapa cara yang bisa mengtasi kecanduan internet antara lain, seperti memperlakukan internet sebagai alat yaitu tetap fokus pada kenyataan bahwa internet merupakan sarana untuk mencpai tujuan, serta tetap terhubung ke dunia offline.

http://techno.okezone.com/read/2012/01/13/56/556665/psikoterapi-bisa-jadi-solusi-kecanduan-internet

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Adakah Obat Terbaik untuk Gangguan Cemas?

KOMPAS.com – Saya mengikuti berbagai macam forum di Facebook ataupun Kaskus. Banyak juga di antara pembaca artikel saya di Kompasiana atau blog pribadi saya bertanya kepada saya lewat email ataupun posting komentar. Pertanyaan mereka biasanya berkisar tentang apakah mereka menderita gangguan kecemasan yang banyak rupanya itu.

Untuk pertanyaan seperti ini, biasanya saya agak sulit memberikan jawaban karena tidak memeriksa langsung pasien. Biasanya saya hanya memberikan penjelasan sedikit tentang kemungkinan diagnosis yang dialami oleh penanya dengan dilatarbelakangi keluhan-keluhan yang ada. Namun ketika saya ditanyakan masalah obat apa yang paling cocok untuk gangguan kecemasan, maka tulisan di bawah ini mungkin bisa menjawab pertanyaan para pasien selama ini.

A. Psikofarmaka

Perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran khususnya di bidang pengobatan telah melahirkan obat-obatan terbaru di bidang ini. Khusus untuk gangguan kejiwaan, tahun 1990an sampai sekarang kelihatan tampak pesat sekali perkembangan obat-obatan gangguan kejiwaan terutama gangguan kecemasan. Beberapa penelitian berbasiskan bukti telah dilakukan oleh peneliti di dalam maupun di luar negeri. Berbagai macam ras dan warna kulit telah mengikuti penelitian ini, hasilnya adalah suatu penilitian-penelitian yang berbasis bukti yang bisa diaplikasikan dalam praktek sehari-hari karena telah mengikuti metode yang tepat dan aman.

Obat-obatan seperti antidepresan golongan SSRI (Serotonin Selective Reuptake Inhibitor) belakangan dinilai dari berbagai penelitian sebagai obat yang tepat untuk mengatasi berbagai gangguan kecemasan. Sifat obat yang mampu banyak diterima berbagai golongan usia dan ras membuat obat ini menjadi pilihan utama pengobatan gangguan kecemasan. Dahulu sebelum obat ini ditemukan, pengobatan dengan obat golongan anticemas Benzodiazepine adalah pilihan utama. Obat seperti Alprazolam (yang dijual dengan berbagai macam merk) adalah salah satunya.

Namun dengan perkembangan waktu dan semakin banyaknya kasus-kasus ketergantungan dan toleransi obat ini maka belakangan penggunaannya diwaspadai dan tidak digunakan secara tunggal sebagai obat gangguan cemas yang membutuhkan pengobatan jangka waktu lama. Pengobatan pasien gangguan kecemasan dengan antidepresan SSRI juga membutuhkan waktu. Berbagai literatur barat mengatakan waktu antara 12-18 bulan pengobatan agar meminimalkan kekambuhan. Tetapi pada prakteknya banyak perbaikan di dapatkan ketika obat dipakai antara 6-12 bulan saja. Tentunya pemakaian obat ini harus sesuai petunjuk dokter dan sangat bersifat individual. Dalam artian tiap orang akan berbeda waktu pengobatannya tergantung dengan kondisi sakitnya.

B. Psikoterapi

Psikoterapi adalah menggunakan cara-cara psikologis dalam pengobatan. Terapi kognitif seperti CBT (Cognitive Behavior Therapy) adalah salah satu yang paling sering dipakai. Selain itu psikoterapi berorientasi tilikan seperti psikoanalisis pun bisa dilakukan. Trend belakangan adalah munculnya hipnoterapi yang dilakukan oleh banyak orang dengan klaim berbagai macam yang bisa dilakukannya. Secara teoritis untuk melakukan psikoterapi seorang praktisi harus memahami psikodinamika kepribadian manusia. Hal ini dipelajari dan diterapkan dalam latihan-latihan terstruktur yang biasanya didapatkan pada pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa dan pendidikan master untuk psikolog klinis.

Ini berarti sebenarnya tanpa mempelajari dinamika kepribadi dan berlatih secara benar, seseorang tidak bisa mengklaim dirinya mampu melakukan psikoterapi bahkan untuk psikoterapi suportif sekalipun. Namun pada kenyataannya di lapangan ada beberapa dokter non spesialis jiwa atau bahkan praktisi yang mengaku melakukan psikoterapi dalam prakteknya. Saya jadi bertanya-tanya apakah maksud psikoterapi yang dimaknai sama ?

Psikoterapi sendiri dilakukan bukan tanpa hambatan. Banyak kendala untuk melakukan hal ini. Resistensi pasien dan terapis sendiri sering menjadi kendala awal. Biasanya pasien menolak atau terapis mendapati dirinya mengalami countertransference (merasa ada perasaan tidak nyaman ketika bersama pasien diakibatkan pasien mengingatkannya pada sosok bermakna yang traumatis di masa lampau). Belum lagi masalah waktu yang harus ditepati dan disepakati. Tugas-tugas yang harus dilakukan pasien di rumah ketika tidak bersama terapis adalah hal-hal lain yang perlu mendapatkan perhatian. Intinya melakukan psikoterapi yang benar-benar itu ternyata memang tidak mudah.

C. Complementary and Alternative Therapy

Belakangan sering banyak pertanyaan dari penanya apakah ada cara-cara non-obat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecemasan. Herbal, jamu, buah, atau apapun itu yang dianggap dapat memperbaiki kondisi kecemasan pasien seringkali ditanyakan. Intinya sebagai seorang ilmuwan maka saya hanya bisa mengatakan bahwa apapun terapi yang diberikan sepanjang itu belum atau tidak merupakan hasil penelitian berbasis bukti maka dimasukkan ke dalam terapi alternatif dan tambahan dalam kedokteran.

Kita tentunya tidak bisa langsung setuju jika ternyata ada suatu terapi yang hanya berhasil pada satu atau beberapa orang lalu dikatakan terapi itu adalah terapi yang mujarab untuk semua pasien. Penelitian berbasis bukti perlu untuk membuktikan klaim itu agar menjadi suatu hasil rekomendasi yang benar. Itulah mengapa walaupun mungkin berguna bagi banyak orang beberapa terapi tidak bisa direkomendasikan karena kemungkinan lemah ketika dilakukan dalam penelitian besar.

Memang intinya pengobatan untuk gangguan kecemasan itu sangat individual. Cara tertentu untuk seseorang belum tentu bisa cocok jika dilakukan kepada orang lain. Bahkan pada penggunaan obat-obatan yang sudah dibuktikan lewat penelitian juga bisa terjadi hal-hal yang berbeda untuk tiap orang. Tidak heran begitu banyak jenis obat dan terapi untuk satu jenis gangguan kecemasan saja. Maka dari itu jika anda bertanya kepada saya apakah obat terbaik untuk gangguan cemas, maka jawaban saya semua tergantung kondisi anda.

Salam Sehat Jiwa

 

http://health.kompas.com/read/2012/03/20/07202911/Adakah.Obat.Terbaik.untuk.Gangguan.Cemas

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Terapi memaafkan (forgiveness therapy) dan 3 contoh teknik nya

selamat malam para master dan temen-temen sekalian,kali ini saya akan share mengenai teknik memaafkan yang baik dan sesuai dengan ilmu psikologi modern dan hypnoterapi modern.

apa itu memaafkan????

memaafkan adalah suatu tindakan pelepasan emosi fikiran negatif ke positif baik itu dalam keadaan sadar maupun dalam keadaan alam bawah sadar (karel mark)

mengapa harus memaafkan???

memaafkan bukan melupakan masalah,atau mengatakan maaf,namun memaafkan adalah tujuan manusia untuk menggapai kebenaran akan dirinya sendiri,menjaga dirinya dari pikiran negatif yang akan merugikan dirinya sendiri. “orang yang menyimpan rasa emosi,sakit hati,atau perasaan yang tidak enak kepada orang lain hanya membawa fikiran negatif dalam visualisasinya”(menurut john kahn reigh) jadi luapan emosi itu hanya tersimpan di visualisasi fikiran manusia,yang membawa manusia dalam step-step permasalahan baru.yang kemudian akan menjadi sugesti negatif di fikiran nya kelak.

Dari segi teknik:???

permasalahan sering terjadi karena “masa lalu”bisa berupa dendam,olokan,lecehan,makian dll dari orang di sekitar kita,,nah dalam hal ini sangat efektif jika menggunakan teknik memaafkan ini.teknik memaafkan sangat kompleks,bisa di bilang gabungan dari bermacam-macam ilmu psikoterapi bahkannlp,EFT,ego state,dll tergabung di dalamnya,,dan ini lah keluarbiasaan dari ilmu ini,bisa diterapkan siapa saja dan kapan aja.setiap pakar beranggapan teknik yang berbeda tapi tujuannya tetap satu,yakni mencapai kata maaf yang sebenarnya. Dan disini saya akan beri beberapa teknik yang saya sukai,saya akan praktekan langsung ke dalam cerita pendek,but anda bisa praktekan dan implementasikan lebih dari ini.doa juga menjadi kekuatan luar biasa,bahkan di dunia barat kini lebih cendrung afirmasi ke spritual.

  1. teknik timbal balik (dalam bahasa indonesia) saya memiliki seorang teman yang waktu itu ingin sekali di luapkan emosinya,singkat kisah iya belum bisa memaafkan sang mantan pacar 3 tahun silam yang telah meninggalkan nya,,saya bertanya kepada nya,,mengapa belum bisa maafin??lha wong dia aja mutusin saya karna selingkuh,ya wajar toh saya sakit hati. udah gini aja ya,sekarang kamu tutup mata n bayangkan dia ada di depan kamu,coba kamu rasakan di bagian mana yang paling sakit sewaktu dia hadir di khayalan kamu??di dada bro,,nyesek rasanya.(biar dia rasakan terus samapi keringat dingin ga apa2) ok sekarang kamu boleh luapain emosimu,dia ada d depan kamu tuh,,(biasanya saat luapan emosi terkadang pasien belum puas,maka wajib ulangi ampe luapan emosinya puas) nah sekarang udah lega kah????udah bro. coba salaman n minta maaf ama dia??hato jangan malu-malu???? berani bro,,,,(udah mau maafin ni ye)
    ok sep,dah sekarang buka deh matanya,,(buka mata dia)
    nah saatnya kamu doain dia biar selamat,toh kan kita sesama orang beragama harus saling memaafkan.
  2. teknik forgiveness NLP

waktu saya sedang duduk2 ama keluarga,eh tiba2 datang seorang wanita yang saya ndak kenal,di berkata”mas saya minta tolong,knp saya ga pede jika di dekat cowok, sehingga saya sulit mendapatkan jodoh” saya tersentak menjawab: lho kok anda pede dengan saya??kan saya cowok?? waduh,mas saya juga ga tw,mgkn mas bisa bantu saya x,,(agak senge-senge)lah bapak kamu kan cowok juga,,kok pede?? itu mah lain mas,,
nah,sekarang saya tanya apa yg membuat kamu jadi begini???/
(dia bercerita panjang lebar yang intinya dulu sewaktu smp dia di ejek culun oleh teman-temen cowoknya,sehingga dia menjadi minder) ok baiklah,sekarang saya mau tanya ni,,,
rambut kamu yang dulu sama ga ama yang sekarang????? tidak mas,yang sekrang lebih panjang. nah apakah sama wajh kamu yang sekrang ama yang dulu????
beda mas,sesuai umur juga kali mas. nah kok kamu masih minder??
toh wajah kamu yang sekarang ama yang dulu beda???? tapi kenapa pemikiran kamu sama seperti pemikiran kamu yang dulu???? coba kamu renungkan sejenak.
(mulai deh dia merenung) nah sekarang tarik nafas,,dan saat saya bilang hembuskan kamu semakin jadi pede mulai saat ini dan seterusnya,,,(di ikutin dan mulai penyusupan sugesti) lega mas,, nah sekarang waktunya ucapkan terimakasih pada tuhan mu.

  1. teknik forgiveness melaui renungan(bisa sendiri) coba anda ingat kembali saat anda sedang emosi,sakit hati,dll yang di sebabkan oleh seseorang,,dan rasakan di bagian mana rasa sakit tersebut???? sekarang tarik nafas dan rileks aja,,anda rasakan dan cermati setiap kata2/tindakan yang keluar dari mulut orang yang telah menyakiti anda,,sekarang katakan padanya sekuat hati anda”aku adalah orang yang tegar,dan aku telah memaafkan mu karena aku telah lebih bahagia saat aku,,,,,,,(sambung dengan kenangan yang indah,dengan seseorang,tempat yang terindah,pengalaman yang indah,apapun yang indah dan visualisasikan dalam khayalan) stelah itu,renungkan bahwa anda adalah orang yang luar biasa,,sakit hati dan emosi anda karena sikap anda yang kurang di sisi lain,,toh apakah orang yang menyakiti kita punya perasaan yang sama dengan kita??
    setelah itu perbaiki sikap anda lebih baik lagi,,katakan di dalam diri anda mulai saat ini dan seterusnya anda mampu berkomunikasi dengan diri anda,,dan mampu memaafkan atas diri anda. setelah itu buat sugesti simpe buat sehari-hari:
    contoh: setiap aku mandi aq membuang fikiran negatif.

 

http://www.klinikhipnotis.com/frm48/hipnoterapi/trd4260/terapi_memaafkan_forgiveness_therapy_dan_3_contoh_teknik_nya/main.html

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Macam-macam psikoterapi

Macam-macam psikoterapi menurut Nurhayati (2011):

1. Terapi Aqua Energetic

Terapi aqua energetic adalah sebuah terapi yang menggunakan pemanfaatan tenaga air yang biasanya dilakukan dalam bentuk terapi kelompok.

Proses terapi ini untuk memfasilitasi sekelompok orang yang melakukan relaksasi dari sekelompok ketegangan otot kronis dengan cara memperbaiki proses pernafasan secara alami, dalam sebuah kolam yang disesuaikan dengan temperature tubuh. Lingkungan kolam yang hangat memudahkan pengurangan maupun pelepasan tekanan emosi dan kejadian-kejadian traumatik seseorang untuk meningkatkan personalitas yang sehat.

2. Terapi Covert Conditioning

Terapi covert conditioning adalah sebuah terapi dengan proses pengkondisian yang tersembunyi dimana klien diminta untuk membayangkan tentang tingkah laku yang dianggap tidak menyenangkan.

2. Terapi Focusing

Terapi focusing adalah suatu jenis introspeksi khusus dengan cara ,memusatkan pikiran dan perhatian, baik dengan pikiran yang rendah maupun yang lebih kompleks dan abstrak. Dalam focusing seseorang tidak memikirkan tentang suatu permasalahan atau menganalisanya, tapi dia merasakannya secara tiba-tiba.

3. Terapi Multimodal

Terapi multimodal adalah suatu pendekatan psikoterapi yang komprehensif yang mencakup tujuh modalitas interaksi yang dapat mempengaruhi pola sikap hidup manusia yang terdiri dari: Behaviour (B), Affect (A), Sensation (S), Imagery (I), Cognition (C),Interpersonal Relationships (I), dan Drugs (D) atau faktor biologis. Teknik ini menggunakan suatu perspektif pembelajaran sosial yang luas untuk mencatat perkembangan dan perubahan pribadi.

4. Terapi poetry

Poetry therapy adalah salah satu terapi yang menggunakan sebuah puisi dalam pengobatan. Proses pengobatan ini bisa dilakukan secara individual maupun kelompok.   Puisi berdasarkan pengalaman pengobatan adalah sebbuah fenomena yang bersifat tidak tetap dan metode  tambahan yang digunakan sebagai pelengkap pada psikoterapi pada umumnya.

5. Terapi Feminis

Yang melatar belakangi terapi ini adalah survey yang pernah dilakukan oleh APA (American Psychological Association) membenarkan adanya bias gender dalam penggunaan psikoterapi, yaitu:

  1. Terapis memelihara paradigma tradisional terhadap peran domestik perempuan.
  2. Klien perempuan tidak mendapatkan penghargaan secara moral oleh terapis, dan terapis membatasi harapan klien perempuan untuk menggali potensi-potensi mereka.
  3. Terapis cenderung memegang teguh konses psikoanalisis Freudian yang berkaitan dengan peran seks yang disosialisasikan dalam keluarga.
  4. Terapis menempatkan klien perempuan sebagai objek seks sehingga dalam batas-batas tertentu masih mengindikasikan pelecehan peran perempuan.

Sumber referensi:

Nurhayati, Eti. (2011). Bimbingan, konseling, & psikoterapi inovatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nelson-Jones, R. (2011). Teori dan praktik konseling dan terapi. Translation from english language edtionTheory and practice counceling and therapy. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

http://laila.masiqbal.com/blog/2012/03/18/tugas-softskill-apa-yang-kamu-ketahui-tentang-psikoterapi/

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Metode Psikoterapi Yang Dipakai

Dalam ilmu psikologi, ada banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk terapi. Semua metode itu merupakan hasil pemikiran dan penelitian para pakar psikologi dari berbagai penjuru dunia. Dari sekian banyak metode psikoterapi yang ada, bisa dikategorikan dalam lima pendekatan, yaitu:
1. Psychoanalysis & Psychodynamic

Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar. Psychodynamic (Psikodinamik) pertama kali diciptakan oleh Sigmund Feud (1856-1939), seorang neurologist dari Austria. Teori dan praktek psikodinamik sekarang ini sudah dikembangkan dan dimodifikasi sedemikian rupa oleh para murid dan pengikut Freud guna mendapatkan hasil yang lebih efektif.

Tujuan dari metode psikoanalisis dan psikodinamik adalah agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan. Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk mendapatkan solusi. Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa mengatasi segala masalahnya melalui “insight” (pemahaman pribadi).

Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan psikodinamik adalah: Ego State Therapy, Part Therapy, Trance Psychotherapy, Free Association, Dream Analysis, Automatic Writing, Ventilation, Catharsis dan lain sebagainya.
2. Behavior Therapy

Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Tokoh yang melahirkan behavior therapy adalah Ivan Pavlov yang menemukan “classical conditioning” atau “associative learning”.

Inti dari pendekatan behavior therapy adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi). Misalnya pada kasus fobia ular, penderita fobia mengasosiasikan ular sebagai sumber kecemasan dan ketakutan karena waktu kecil dia penah melihat orang yang ketakutan terhadap ular. Dalam hal ini, penderita telah belajar bahwa “ketika saya melihat ular maka respon saya adalah perilaku ketakutan”.

Tokoh lain dalam pendekatan Behavior Therapy adalah E.L. Thorndike yang mengemukakan konsep operant conditioning, yaitu konsep bahwa seseorang melakukan sesuatu karena berharap hadiah dan menghindari hukuman.

Berbagai metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan behavior therapy adalah Exposure and Respon Prevention (ERP), Systematic Desensitization, Behavior Modification, Flooding, Operant Conditioning, Observational Learning, Contingency Management, Matching Law, Habit Reversal Training (HRT) dan lain sebagainya.

 

3. Cognitive Therapy

Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Pandangan Cognitive Therapy adalah bahwa disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perasaan dan disfungsi perilaku. Tokoh besar dalam cognitive therapy antara lain Albert Ellis dan Aaron Beck.

Tujuan utama dalam pendekatan cognitive adalah mengubah pola pikir dengan cara meningkatkan kesadaran dan berpikir rasional. Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan Cognitive adalah Collaborative Empiricism, Guided Discovery, Socratic Questioning, Neurolinguistic Programming, Rational Emotive Therapy (RET), Cognitive Shifting. Cognitive Analytic Therapy (CAT)  dan sebagainya.

 

4. Humanistic Therapy

Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja, bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri.

Metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan humanistik adalah Gestalt Therapy, Client Cantered Psychotherapy, Depth Therapy, Sensitivity Training, Family Therapies, Transpersonal Psychotherapy dan Existential Psychotherapy.

 

5. Integrative / Holistic Therapy

Yang sering saya temui adalah seorang klien mengalami komplikasi gangguan psikologis yang mana tidak cukup bila ditangani dengan satu metode psikoterapi saja. Oleh karena itu, saya menggunakan beberapa metode psikoterapi dan beberapa pendekatan sekaligus untuk membantu klien saya. Hal ini disebut Integrative Therapy atau Holistic Therapy, yaitu suatu psikoterapi gabungan yang bertujuan untuk menyembuhkan mental seseorang secara keseluruhan.

Itulah beberapa metode psikoterapi yang sering saya gunakan dalam membantu klien-klien saya untuk berubah. Selain metode yang saya sebutkan di atas, kadang juga saya menggunakan metode-metode psikoterapi lain yang terbukti efektivitasnya. Karena begitu banyaknya metode psikoterapi, maka tidak mungkin menjelaskan satu per satu di halaman ini. Cukuplah untuk Anda ketahui bahwa metode psikoterapi yang saya gunakan adalah metode yang tebukti dan diakui manfaatnya dalam dunia psikologi modern.

Sumber : http://www.psikoterapis.com/?en_metode-psikoterapi-yang-dipakai,16

Posted in Uncategorized | Tagged | 2 Comments

Masalah Yang Bisa Dibantu

Psikoterapi bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah psikologis. Setiap masalah, tentu saja berbeda cara penanganannya. Psikoterapis yang baik adalah psikoterapis yang menguasai cukup banyak metode terapi dan mampu mengaplikasikan metode yang tepat kepada klien.

Di halaman ini, saya menjelaskan beberapa gangguan psikologis yang sudah terbukti bisa disembuhkan atau paling tidak bisa diringankan dengan psikoterapi. Untuk memudahkan Anda, saya bagi penjelasan saya dalam dua kategori, yaitu bedasarkan GEJALA gangguan psikologis dan bedasarkan NAMA gangguan psikologis.

Jika Anda ingin tahu apakah masalah yang Anda alami bisa dibantu dengan psikoterapi, Anda bisa mengisi Formulir Konsultasi Masalah Psikologi.

 

Gejala masalah psikologis yang bisa dibantu dengan psikoterapi:

  1. Berhenti Merokok. Salah satu kebiasaan buruk yang paling banyak dilakukan adalah merokok. Untuk bisa berhenti merokok selamanya memang tidak mudah, tapi tetap bisa dilakukan apabila Anda punya keinginan. Ilmu psikologi modern punya strategi khusus yang terbukti efektif untuk membantu berhenti merokok selamanya. Syaratnya cuma satu, yaitu Anda ingin berhenti merokok atas kemauan Anda sendiri, bukan paksaan orang lain.
  2. Bingung Menentukan Pilihan. Apabila Anda dihadapkan pada pilihan-pilihan penting dalam hidup Anda yang mana pilihan itu saling bertentangan, mungkin akan terjadi kebingungan yang membuat Anda stress dan tidak tahu harus berbuat apa. Kebingungan ini bisa berlangsung sebentar, kemudian Anda mendapatkan jawaban setelah berpikir. Namun pada beberapa orang, kebingungan ini berlangsung begitu lama, sehingga membuat dia tambah stress. Psikoterapi menawarkan sebuah cara untuk memahami diri kita sendiri dari level sadar sampai bawah sadar, agar bisa menentukan pilihan yang terbaik untuk sekarang dan masa depan Anda.
  3. Depresi. Gejala depresi antara lain perasaan sedih, murung, suka menyendiri, perasaan putus asa, tidak ada semangat, rasa malas, tidak bisa konsentrasi, perasaan lemah dan kadang disertai kecemasan serta gangguan tidur.
  4. Fobia. Ketakutan berlebihan terhadap suatu benda / binatang / situasi tertentu. Seorang yang menderita fobia bisa merasakan kecemasan atau ketakutan yang amat sangat apabila melihat sesuatu yang menjadi obyek fobianya. Dalam beberapa kasus, bahkan hanya melihat gambarnya saja (misalnya gambar ular) seseorang bisa ketakutan setengah mati.
  5. Frigiditas & Impotensi Karena Sebab Psikologis. Beberapa pasangan datang menemui saya dengan keluhan si suami mengalami impotensi atau si wanita menjadi dingin dalam hubungan seks. Setelah saya telusuri dengan metode tertentu, akar penyebabnya sering kali adalah karena pernah terjadi pertengkaran atau ada kecurigaan, kemarahan, kecewaan dan sakit hati yang dipendam. Mungkin suami-istri sudah berdamai dan tidak pernah ribut lagi dan sudah saling memaafkan, tapi ternyata “luka” yang sudah terlanjur kadang tidak bisa sembuh begitu saja. Butuh cara-cara tertentu agar “luka” itu bisa dihilangkan.
  6. Frigiditas. Hilang atau berkurangnya dorongan seksual wanita padahal masih dalam usia produktif. Bahkan merasa risih ketika diajak berhubungan seks oleh pasangannya. Banyak pria salah paham ketika istrinya menderita frigiditas, dikira istrinya sudah tidak mau melayani atau punya selingkuhan. Ketahuilah bahwa itu adalah gangguan psikologis yang bisa disembuhkan. Frigitas bisa disebabkan oleh berbagai faktor psikologis yang sering kali tidak disadari oleh penderita.
  7. Gangguan Bicara. Dalam hal ini termasuk gagap, sulit bicara dan kata-kata yang tidak lancar atau terselip pengucapannya. Penderita gangguan bicara biasanya hanya mengalami gangguan ketika dalam kondisi yang membuatnya tegang, sementara dia bisa bicara lancar ketika ngomong sendiri atau berbicara dengan orang yang membuatnya nyaman. Gangguan bicara biasanya berhubungan dengan kecemasan dan perasaan kurang percaya diri.
  8. Gangguan Tidur. Gangguan tidur bisa berupa insomnia, siklus tidur tidak teratur, tidur tidak pernah nyenyak, mudah terbangun, mimpi buruk, sering tindihan (tubuh kaku tidak bisa digerakkan padahal sadar) atau malah penyakit tidur berlebihan dan tidak mampu menahan rasa kantuk.
  9. Halusinasi. Apabila Anda sering melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak nyata, maka itu pertanda Anda mengalami gangguan psikologis. Keadaan tersebut bisa terpicu karena stress, trauma, depresi atau muncul tanpa sebab yang jelas. Beberapa orang mengira gangguan halusinasi adalah karena diganggu makhluk halus, padahal sebenarnya halusinasi merupakan “penyakit pikiran” yang bisa disembuhkan dengan psikoterapi modern.
  10. Kebiasaan Buruk. Banyak orang menyerah dengan kebiasaan buruknya karena mengira kebiasaan buruknya tidak bisa diubah. Mungkin Anda pun sudah mencoba menghentikan kebiasaan buruk dengan cara Anda sendiri dan gagal. Tahukah Anda, para pakar psikologi punya cara yang terbukti efektif untuk mengubah kebiasaan buruk, yang mana cara ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas karena merupakan bagian dari psikoterapi. Apapun kebiasaan buruk Anda, selama Anda masih ada keinginan untuk berubah, maka Anda bisa berubah total. Psikoterapi akan membantu Anda berubah dengan lebih mudah dan lebih cepat.
  11. Kecemasan Berlebihan. Mudah cemas hanya karena masalah-masalah kecil. Kecemasan berlebihan terhadap segala hal. Jika memiliki anak, maka terlalu protektif dalam mengasuh anak. Karena kecemasan berlebihan, maka biasanya disertai dengan sering sakit kepala, sakit leher dan tekanan darah naik. Orang yang mengalami kecemasan biasanya juga menderita hipertensi, maag dan IBS (Irritable Bowel Sindrom).
  12. Kemalasan & Kebiasaan Menunda. Anda mungkin orang yang ingin sukses dan lebih maju dalam segala bidang kehidupan. Anda juga punya cita-cita dan rencana besar dalam hidupnya. Namun entah mengapa, setiap kali Anda mencoba untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi diri Anda, muncul perasaan malas yang luar biasa dan kemudian Anda menunda-nunda. Banyak kesempatan Anda lewatkan hanya karena kemalasan dan penundaan. Kemalasan dan kebiasaan menunda bisa diatasi dengan hipnoterapi.
  13. Kesulitan Diet / Menurunkan Berat Badan. Anda mungkin sudah mencoba berbagai macam cara diet tapi gagal. Setelah mendalami Ego State Anda selama proses psikoterapi, kita akan menemukan mengapa semua cara diet gagal untuk Anda. Setelah itu, kita akan membuat diet Anda menjadi mudah, sukses dan hasilnya permanen.
  14. Kesulitan Mencapai Orgasme Pada Wanita. Tidak pernah atau jarang sekali merasakan kepuasan seksual. Pria hanya membutuhkan stimulasi fisik untuk mencapai orgasme, sedangkan wanita butuh stimulasi fisik dan psikologis untuk bisa mencapai orgasme. Untuk itu, psikoterapi bisa meningkatkan sensitivitas mental agar lebih mudah mencapai orgasme.
  15. Ketegangan. Anda beberapa orang yang sulit rileks dalam kesehariannya, ia senantiasa tegang. Seolah-olah, tegang adalah sifatnya. Padahal itu ketegangan hanyalah kebiasaan yang bisa diubah. Psikoterapi menawarkan kemampuan untuk relaksasi yang mendalam, baik secara fisik dan mental.
  16. Ketergantungan / Kecanduan. Karena perilaku yang diulang-ulang disertai motivasi emosional, seseorang tanpa sadar bisa menjadi ketergantungan atau kecanduan terhadap sesuatu. Misalnya kecanduan coklat, kecanduan permen, kecanduan kopi, kecanduan minuman cola, kecanduan berjudi, kecanduan belanja yang tidak penting, kecanduan makan makanan yang tidak wajar dan kecanduan yang lainnya. Psikoterapis bisa membantu menangani berbagai macam kecanduan. Namun khusus untuk kecanduan narkotika, sebaiknya ditangani oleh dokter atau psikiater karena untuk kasus kecanduan narkotika, yang ketergantungan bukan pikirannya saja, tapi memang tubuh yang sudah ketergantungan.
  17. Konflik Diri. Kebingungan pada diri sendiri dalam menentukan sikap atau mengambil keputusan. Keraguan mengenai berbagai macam pilihan hidup yang akan diambil. Sulit maju karena sering ada pertentangan dalam diri. Seolah-olah dalam dirinya ada beberapa “suara” yang saling bertentangan satu sama lainnya.
  18. Luka Batin. Pernah punya pengalaman pahit dengan orang lain misalnya pasangan selingkuh atau dikhianati teman, ditipu kolega, dicaci, pertengkaran atau pengalaman pahit lain yang menimbulkan luka batin. Ciri adanya luka batin adalah ketika kita mengingat orang atau peristiwa, maka masih muncul perasaan marah, dendam, sebel, kecewa, sakit, atau perasaan tidak tenang.
  19. Menaikkan Berat Badan. Mungkin Anda sudah mencoba segala macam cara untuk menaikkan berat badan Anda, namun selalu gagal. Tubuh Anda tetap saja kurus, padahal Anda tidak menderita suatu penyakit tertentu dan Anda cukup makan. Jika demikian persoalannya, maka psikoterapi bisa membantu Anda. Masalah kurusnya tubuh Anda sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor psikologis yang selama ini tidak Anda pahami.
  20. Menambah Nafsu Makan. Psikoterapi selain bisa membantu Anda diet (mengendalikan nafsu makan), juga bisa membantu Anda untuk menambah nafsu makan tanpa obat. Jika Anda punya kebiasaan pilih-pilih makanan, tidak bisa makan di sembarang tempat, mudah jijik dengan makanan, jarang punya nafsu untuk makan, mual terhadap makanan, makan sedikit sudah kenyang dan sebagainya, maka itu pertanda gangguan psikologis Eating Disorder. Psikoterapi bisa membantu Anda mendapatkan nafsu makan yang normal dan sehat, tanpa perlu takut kelebihan berat badan.
  21. Menghilangkan Pikiran Negatif. Beberapa orang ingin maju dalam hidup, tapi ketika dia mau melangkah maju, selalu muncul pikiran-pikiran negatif yang membuatnya takut untuk melangkah maju. Dengan psikoterapi, pola pikiran bisa diubah sehingga seseorang punya pikiran yang lebih positif.
  22. Menyembuhkan / Meringankan Alergi. Dari hasil pengalaman praktek psikoterapi yang saya lakukan, ternyata hampir 90% alergi bisa disembuhkan atau paling tidak diringankan dengan psikoterapi. Karena ketika saya melakukan psikoanalisa kepada klien-klien yang menderita alergi, ternyata saya temukan alergi juga bisa disebabkan atau diperparah oleh keadaan perasaan, cara berpikir dan keyakinan seseorang.
  23. Migraine. Tahukah Anda menurut penelitian seorang dokter, sekitar 80% penderita migrain yang sering kambuh disebabkan oleh otak yang overload karena tidak mampu menangani beban pikiran yang mendera. Psikoterapi bisa membantu seseorang dalam meningkatkan kemampuan pikirannya dalam menerima beban, sehingga otak kita bisa bekerja lebih efektif tanpa menimbulkan rasa sakit seperti migrain, sakit leher dan sakit kepala.
  24. Paranoid. Perasaan cemas dan takut yang tidak rasional. Merasa selalu diawasi oleh seseorang yang berniat mencelakai. Merasa tidak aman berada di tempat umum karena takut ada orang yang akan menyakiti atau membunuh. Dalam benak penderita selalu muncul pikiran-pikiran negatif atau terbayang kejadian buruk yang mungkin bisa terjadi padanya.
  25. Perilaku Obsesif Kompulsif. Gejalanya berupa adanya dorongan untuk melakukan sesuatu secara berulang, apabila dorongan itu tidak dituruti, maka timbullah perasan cemas atau tidak tenang. Setiap penderita biasanya punya obsesi yang berbeda-beda, diantaranya: Obsesi akan kebersihan, Takut terkena penyakit, Obsesi harus rapi, Obsesi untuk bersuci dari najis, Mengulang-ulang wudlu dan salat karena merasa batal, Memeriksa kunci pintu berulang-ulang, Mengecek kompor gas berkali-kali, Obsesi akan penampilan sempurna dan sebagainya.
  26. Psikosomatis. Jika Anda merasakan adanya suatu penyakit di tubuh Anda, tapi setelah diperiksa oleh dokter atau laboratorium tidak menemukan penyebabnya, maka penyakit Anda disebut psikosomatis. Penyebab dari sakit yang Anda derita sebenarnya ada di pikiran Anda. Itu bukan santet atau penyakit karena sihir, sebagaimana keyakinan masyarakat selama ini.
  27. Sakit Hati. Hidup tidak tenang karena masalah cinta, putus cinta, pasangan selingkuh, perceraian, penghianatan dan sebagainya. Umumnya sakit hati bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Namun sebagian sakit hati berlanjut selama bertahun-tahun sehingga menghambat kemajuan hidup. Dalam hal ini psikoterapi bisa membantu menyembuhkan sakit hati dengan sangat cepat.
  28. Serangan Panik. Apabila berada di keramaian atau tempat umum, sering mengalami perasaan panik, sempoyongan, pusing, berputar, jantung berdebar, cemas, takut, nafas tersengat-sengal, berkeringat dan merasa seperti mau pingsan atau seolah-olah terjadi serangan jantung.
  29. Stress. Masalah pribadi dan beban pekerjaan bisa menyebabkan stress. Ciri-ciri Anda menderita stress adalah mood tidak stabil, emosional, mudah tersinggung, susah konsentrasi, susah berpikir jernih, pikiran kacau, perasaan tidak nyaman, sakit kepala, ketegangan tubuh, ketegangan pikiran dan perasaan muak terhadap pekerjaan atau orang lain. Beberapa orang yang mengalami stress melampiaskannya dengan banyak makan, minum alkohol atau hal-hal kurang baik lainnya.
  30. Suka Sesama Jenis. Dalam psikologi, homoseks, gay atau lesbian hanya dianggap sebagai masalah apabila orang yang mengalaminya tidak menerima keadaan dirinya. Apabila yang bersangkutan bisa menerima kondisinya, maka tidak dibutuhkan terapi apapun. Nanum bagi yang ingin berubah, psikoterapi memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengubah pola pikiran, pola perasaan dan pola nafsu yang menyebabkan Anda menjadi homoseks atau lesbian. Syaratnya adalah Anda memang ingin berubah atas keinginan Anda sendiri, bukan karena paksaan keluarga.
  31. Takut Berbicara Di Depan Umum. Meskipun sudah latihan pidato atau presentasi dengan baik, tiba-tiba mulut menjadi kaku, suara terbata-bata, nafas tersengal, jantung berdebar, keringat keluar, tubuh bergetar dan mungkin disertai mulas serta tubuh menjadi panas, itu adalah gejala demam panggung yang merupakan manifestasi dari rasa takut berbicara di depan umum.
  32. Takut Gagal. Banyak orang memilih tidak melakukan apapun karena takut gagal. Beberapa klien saya dulunya adalah orang yang bersemangat, tapi karena pernah trauma dengan kegagalan, akhirnya dia menjadi takut gagal dan selalu terbayang dengan kegagalan yang pernah dialaminya.
  33. Takut Gemuk. Penderita tidak mau kelebihan berat badan sehingga melakukan segala cara untuk tetap kurus atau langsing, misalnya dengan hanya makan sedikit, memuntahkan makanan, olah raga berlebihan dan menjalani diet yang ketat. Kadang berat badan penderita sudah sangat kurus, tapi tetap diet karena merasa tubuhnya belum ideal.
  34. Takut Penyakit. Gejalanya adalah sering melakukan cek ke laboratorium atau rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan, padahal tidak ditemukan gangguan yang serius. Tidak pernah puas atau ragu dengan tes kesehatan yang pernah dilakukan, sehingga dia melakukan cek kesehatan lagi dan lagi.
  35. Takut Serangan Jantung atau takut terkena penyakit jantung. Sering cemas jangan-jangan akan terjadi serangan jantung yang mendadak. Penderita biasanya merasa terdorong untuk sering-sering memeriksa tekanan darah, kadar kolesterol dan memeriksakan jantungnya ke spesialis, padahal pada kenyataannya tidak ada masalah yang serius pada jantung.
  36. Tidak Bisa Mengendalikan Diri. Banyak orang menyadari dirinya punya sifat mudah marah, mudah tersinggung dan sulit mengendalikan amarah. Ketika marahnya meledak, dia bisa melakukan sesuatu yang sangat kasar kepada orang lain atau keluarganya. Namun beberapa saat kemudian dia menyesalinya, bahkan sampai menangis karena perbuatannya. Namun di lain waktu, dia bisa emosional lagi.
  37. Tidak Percaya Diri. Kurang kepercayaan bisa muncul dalam segala bidang, termasuk diantaranya tidak percaya diri dalam membuat keputusan, tidak percaya diri dalam bertindak, kurang keberanian, merasa minder, merasa tidak berharga,  merasa lemah, harga diri rendah atau tidak berani melakukan sesuatu yang beresiko. Termasuk tidak berani menyatakan cinta atau mendekati orang yang disukainya secara terang-terangan. Tahukah Anda, dunia ini adalah milik orang yang percaya diri. Jika Anda percaya diri, maka Anda punya lebih banyak kesempatan untuk sukses dalam segala hal.
  38. Trauma. Pernah mengalami kejadian yang mengguncang jiwa misalnya kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, diancam mau dibunuh, tersangkut kasus hukum dan sebagainya. Seorang yang menderita trauma masih sering teringat dengan kejadian yang pernah menimpanya, walaupun kejadian itu sudah berlangsung puluhan tahun silam. Apabila tidak disembuhkan, maka penderitaan akan terus berlangsung.
  39. Trauma Patah Hati. Ini adalah masalah yang sering dialami wanita atau pria muda. Gejalanya adalah selalu teringat dengan mantan kekasih yang telah meninggalkannya, perasaan dendam yang mendalam, enggan untuk menjalin hubungan dengan orang baru, takut jatuh cinta, takut patah hati lagi, pendiam, suka melamun, perasaan putus asa dan emosinya naik ketika orang lain menyinggung soal orang yang pernah menyakiti hatinya.

 

Nama gangguan psikologis yang bisa dibantu dengan psikoterapi:

  1. Acute Stress Disorder | Gangguan stres akut
  2. Agoraphobia | Takut pada ruang terbuka
  3. Adjustment Disorder | Ketidakmampuan menyesuaikan diri
  4. Anxiety Due To A Physical Disorder | Kecemasan karena penyakit fisik
  5. Anxiety Neuroses | Kecemasan neurosis
  6. Anxiety Lepidopterophobia | Takut pada kupu-kupu
  7. Antisocial Personality | Kepribadian antisosial
  8. Anorexia Nervosa | Takut gemuk, tubuh kurus
  9. Anxiety Disorder | Sering cemas tanpa sebab
  10. Avoidant Personality | Kepribadian tertutup, tidak suka bersosialisasi
  11. Aphonia | Kehilangan kemampuan bicara
  12. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) | Hiperaktif dan gangguan konsentrasi
  13. Bipolar Disorder | Emosi yang tidak stabil, berubah-ubah antara gembira dan depresi.
  14. Binge Eating Disorder | Suka makan berlebihan tanpa kontrol
  15. Bulimia Nervosa | Tidak mau gemuk, setelah makan kemudian dimuntahkan
  16. Conversion Disorder | Masalah psikologis yang muncul dalam bentuk penyakit fisik
  17. Cognitive Disorders | Gangguan kognitif
  18. Compulsive Eating Disorder | Dorongan makan berlebihan
  19. Cyclothymic Disorder | Gangguan mood, gampang berubah suasana hati.
  20. Communication Disorder | Gangguan komunikasi
  21. Depression | Depresi, sedih, putus asa
  22. Dependent Personality Disorder | Tidak bisa mandiri, selalu bergantung kepada orang lain
  23. Dissociative Amnesia | Kelupaan disosiatif
  24. Dissociative Fugue | Kelupaan sebagaian pengalaman hidup
  25. Delusional Disorder | Gangguan delusi, meyakini sesuatu yang tidak benar
  26. Dissociative Disorder | Gangguan disosiatif
  27. Dissociative Identity Disorder | Gangguan identitas disosiatif
  28. Dyspareunia | Nyeri ketika hubungan seksual yang tidak disebabkan penyakit fisik.
  29. Dyslexia | Kesulitan memahami bahasa tulisan
  30. Eating Disorder | Masalah makan dan nafsu makan
  31. Female Orgasmic Disorder | Kesulitan orgasme pada wanita
  32. Generalized Anxiety Disorder | Gangguan cemas menyeluruh
  33. Gender Identity Disorder | Masalah identitas kelamin
  34. Hypochondriasis | Meyakini menderita suatu penyakit, padahal uji medis menyatakan sehat
  35. Hypoactive Sexual Desire Disorder | Kehilangan gairah seksual
  36. Hypersomnia | Banyak tidur, mudah tertidur, tidak bisa menahan kantuk
  37. Hysterical Neurosis | Histeria neurosis, gejala histeris seperti kesurupan
  38. Learning Disorders | Kesulitan belajar
  39. Male Erectile Disorder | Ketidakmampuan ereksi atau impotensi
  40. Male Orgasmic Disorder | Kesulitan orgasme atau ejakulasi pada pria
  41. Narcissistic Personality | Kepribadian narsistik, merasa dirinya penting
  42. Neurasthenia | Perasaan penat yang sangat parah
  43. Obsessive Compulsive Disorder (OCD) | Adanya dorongan melakukan sesuatu secara berulang-ulang
  44. Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD) | Gangguan kepribadian obsesif kompulsif
  45. Obesity | Kegemukan, ketidakmampuan mengontrol berat badan sendiri
  46. Pain Disorder | Rasa nyeri yang tidak ada sebab medis
  47. Panic Disorder | Sering panik, mau pingsan, seperti mau terkena serangan jantung
  48. Panic Disorder With Agoraphobia | Serangan panik ketika berada di tempat terbuka atau ketika keluar dari rumah
  49. Phobic Disorders | Fobia, rasa takut yang berlebihan dan tidak wajar
  50. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) | Gangguan stress yang muncul setelah mengalami peristiwa yang mengguncang jiwa
  51. Postpartum Depression | Depresi setelah melahirkan
  52. Postpartum Psychosis | Gangguan mental setelah melahirkan
  53. Paranoid | Dihantui oleh rasa kaut, merasa akan dicelakai oleh seseorang
  54. Personality Disorder | Gangguan kepribadian
  55. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) | Gangguan kesehatan fisik dan mental pada masa menstruasi
  56. Psychasthenia | Kombinasi antara fobia dan obsesif kompulsif
  57. Psychosomatic Disorder | Gangguan psikologis yang muncul dalam bentuk gangguan fisik
  58. Sexual Dysfunctions | Ketidakmampuan melakukan hubungan seksual
  59. Sexual Aversion Disorder | Benci dengan hubungan seksual
  60. Sleeping Disorder | Gangguan tidur, susah tidur, insomnia, mimpi buruk
  61. Social Anxiety Disorder | Kecemasan akan situasi sosial
  62. Social Phobia | Takut dengan tempat umum yang banyak orang
  63. Somatization Disorder | Penyakit fisik yang disebabkan oleh gangguan pikiran, masalah perasaan atau stress.
  64. Schizoid Personality | Suka menyendiri dan berfantasi
  65. Tourette’s Syndrome | Sering mengeluarkan suara pekikan atau siulan tanpa kendali
  66. Trauma Disorders | Gangguan Trauma
  67. Vaginismus | Kekejangan pada vagina saat berhubungan seks.

http://www.psikoterapis.com/?en_masalah-yang-bisa-dibantu,15

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Mengenal Profesi Psikoterapis

Artikel ini saya tulis untuk menjawap pertanyaan yang sering muncul dari para pengunjung website. Pertanyaan itu adalah: “Apa itu Psikoterapis? dan Apa bedanya Psikoterapis dengan Psikolog dan Psikiater?”. Untuk menjawap pertanyaan tersebut, saya mulai dari definisi.

 

DEFINISI

Psikoterapis adalah seseorang yang melakukan terapi untuk mengatasi gangguan mental dengan metode yang teruji dan sesuai prinsip ilmu psikologi modern. Kegiatan seorang psikoterapis adalah menyembuhkan gangguan pikiran, mengatasi masalah perasaan, mengubah perilaku, merenovasi kepribadian, membantu pekermbangan diri seseorang, dan memperbaiki hubungan satu orang dengan orang lainnya.

 

Seorang psikoterapis bisa membantu mengatasi fobia, trauma, depresi, kecemasan, stress, rasa minder, perilaku obsesif kompulsif, halusinasi, gangguan tidur, kebiasaan buruk dan berbagai masalah psikologis lainnya. Seorang psikoterapis juga bisa membatu mengembangkan kualitas pribadi seseorang, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan membuat keputusan dan membantu menciptakan karakter pribadi yang sesuai keinginan seseorang.

 

PERBEDAAN

Mungkin Anda masih bingung dalam membedakakan antara Psikolog, Psikiater dan Psikoterapis. Berikut ini saya berikan deskripsi singkat mengenai masing-masing profesi tersebut.

PSIKOLOG adalah lulusan psikologi dan dengan standar tertentu sudah disahkan sebagai psikolog oleh lembaga psikologi. Bidang kegiatan mereka mulai dari menyediakan jasa psikotes, konsenling dan terapi. Mereka menerapkan metode-metode terapi bedasarkan teori-teori psikologi yang diajarkan di kuliahan. Psikolog tidak dilatih dan tidak diperbolehkan memberikan resep obat kepada pasiennya.

PSIKIATER adalah dokter yang mengambil spesialitasi dibidang psikiatri atau kejiwaan. Psikiater biasa disebut Dokter Jiwa. Psikiater biasanya menangani gangguan-gangguan jiwa yang serius sebagaimana yang diderita oleh pasien-pasien rumah sakit jiwa. Karena sebenarnya Psikiater adalah dokter, maka dia boleh memberikan obat psikoaktif, obat penenang, antidepresan, obat tidur dsb. kepada pasiennya.

PSIKOTERAPIS merupakan istilah umum untuk menyebut semua orang yang melakukan psikoterapi. Psikoterapi bisa diartikan sebagai suatu interaksi antara dua orang atau lebih yang hasilnya adalah mengubah pikiran, perasaan atau perilaku seseorang menjadi lebih baik.

Artinya setiap orang, baik itu psikolog, psikiater, dokter umum, guru, pedagang, kiyai, pendeta atau siapapun yang bisa mengatasi masalah psikologis orang lain, maka orang tersebut bisa disebut Psikoterapis. Jadi psikoterapis bisa berasal dari segala macam profesi. Seorang Psikolog dan Psikiater juga bisa disebut Psikoterapis ketika mereka mempraktekkan psikoterapi.

 

SYARAT MENJADI PSIKOTERAPIS

Setiap orang bisa menjadi Psikoterapis setelah melalui pelatihan tertentu dan memenuhi syarat berikut:

  1. Mempunyai pengetahuan mengenai  dasar-dasar ilmu psikologi  dan  psikopatologi (ilmu tentang penyakit mental), serta proses-proses mental yang terjadi pada manusia. Hal ini dapat diperoleh dari mengikuti kuliah, kursus, maupun membaca sendiri.
  2. Dapat  menarik  suatu  kesimpulan tentang keadaan mental pasien yang telah diperiksa. Hal ini didapat dari pengetahuan dan pengalaman. Seorang psikoterapis haruslah merupakan pendengar yang cermat. Dia tidak hanya mendengar, tapi memahami apa yang tersurat ataupun yang tersirat dibalik kata-kata yang diucapkan pasien. Dengan mendengar secara cermat dan dibekali oleh pengetahuan yang cukup, Psikoterapis akan mendapat gambaran tepat tentang pasien-pasien yang diwawancarai atau diperiksa.
  3. Seorang psikoterapis hendaknya punya kemampuan berkomunikasi yang baik, mampu menjalin keakraban, persuasif, tahu cara memberi nasihat yang tepat, bisa memberikan contoh, empati (bisa memahami perasaan orang lain), punya kemampuan menghibur dan kemampuan interpretasi.
  4. Terampil dalam menerapkan teknik dan metode penanganan masalah mental pasien. Sungguh, sebuah ilmu hanya akan menjadi pengetahuan apabila si pemilik ilmu tidak bisa menerapkannya dengan benar. Oleh karena itu, ketrampilan dalam menerapkan teknik psikoterapi sangatlah penting bagi seorang Psikoterapis.
  5. Sikap dan kepribadian yang tepat. Seorang psikoterapis hendaknya adalah orang yang sehat secara mental dan berkarakter kuat. Seorang psikoterapis haruslah percaya diri, flexible (mudah bergaul), obyektif (tidak memihak siapapun) dan optimis.
  6. Kesenangan melakukan pekerjaannya. Ketika seseorang Psikoterapis melakukan psikoterapi hanya karena tuntutan kerja, maka dia akan melakukan psikoterapi sebagai beban. Akhirnya tidak ada totalitas dalam menangani pasiennya. Proses psikoterapi adalah hubungan kedekatan personal antara Psikoterapis dan Pasien, yang mana membutuhkan totalitas dalam melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, carilah psikoterapis yang benar-benar menyenangi pekerjaannya sebagai Psikoterapis.
  7. Senang belajar hal baru. Seorang psikoterapis yang efektif hendaknya tidak berhenti belajar dan selalu haus akan pengetahuan yang akan memperkaya wawasannya tentang dinamika manusia. Pada kenyataannya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah saja tidaklah cukup.

Selain memenuhi tujuh syarat di atas, seorang psikoterapis dibaiknya punya hak dan legalitas untuk melakukan psikoterapi. Hak dan legalitas ini ditandai dengan adanya surat izin dari instansi terkait. Sekarang ini, banyak orang menawarkan terapi atau pengobatan tanpa punya legalitas hukum. Ada baiknya Anda bertanya dulu sebelum memutuskan menjalani terapi.

Sebagai informasi saja, bahwa praktek psikoterapi yang saya lakukan bersama rekan-rekan saya di Holistic Solution Center sudah terdaftar di Kejaksaan Negeri dan Dinas Kesehatan sejak tahun 2009. Legalitas praktek ini cukup penting, setidaknya untuk mengetahui kredibilitas psikoterapis yang Anda datangi.

http://www.psikoterapis.com/?en_mengenal-profesi-psikoterapis,11

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Bagaimana Proses Psikoterapi?

Psikoterapi merupakan interaksi yang profesional dan dinamis antara klien dan psikoterapi. Tujuan dari interaksi tersebut adalah tercapainya perubahan pada  diri klien. Klien umumnya datang karena suatu keluhan berkaitan dengan pikiran, perasan, perilaku atau keluhan fisik yang disebabkan oleh masalah psikis. Dan untuk mengatasi keluhan tersebut, dilakukan psikoterapi dengan proses yang kurang lebih sebagaimana saya jelaskan di halaman ini.

Psikoterapi saya awali dengan perkenalan personal. Tujuannya adalah terciptanya rapport atau hubungan yang akrab dan saling merasa nyaman. Hal ini penting, karena umumnya klien datang dengan perasaan agak canggung atau malu.

Setelah komunikasi terjalin lancar, kemudian psikoterapi dimulai. Berikut ini empat tahapan yang umum dilalui pada sesi pertama atau pertemuan pertama psikoterapi.

 

  1. 1.   Analisa Masalah (Assessment)

Saya hanya bisa membantu Anda apabila saya dan Anda memahami masalah Anda. Oleh karena itu, psikoterapi diawali dengan Anda bercerita tentang masalah Anda dan kemudian saya ajak Anda untuk “membedah” masalah tersebut dari sudut pandang psikologi. Tujuan analisa masalah adalah saya dan Anda memahami secara pasti apa yang sebenarnya menjadi masalah Anda. Sering kali terjadi, apa yang dianggap klien sebagai masalah utama, sebenarnya hanyalah akibat dari suatu masalah yang tidak Anda sadari.

 

2. Menentukan Tujuan Psikoterapi

Setelah masalah diketahui secara jelas, maka selanjutnya adalah menentukan tujuan dari terapi. Saya akan memandu Anda untuk menentukan target, hasil atau outcome dari proses terapi yang akan Anda jalani. Tujuan haruslah spesifik dan jelas supaya proses psikoterapi terarah dan saya bisa menentukan metode terapi apa yang akan digunakan untuk mengatasi masalah Anda. Bisa jadi saya hanya menggunakan satu metode terapi atau gabungan beberapa metode psikoterapi.

 

3. Penerapan Metode Psikoterapi

Dalam psikoterapi modern ada banyak metode psikoterapi yang bisa digunakan. Beberapa metode psikoterapi yang sering saya gunakan adalah Trance Psychotherapy, Behavioural Therapy, Cognitive Behavioural Psychotherapy, Neuro Linguistic Programming, Psychoanalysis, Forgiveness Therapy, Ego State Therapy, Emotional Freedom Technique dan masih banyak lagi. Anda bisa membaca keterangan metode-metode tersebut di halaman  Metode Psikoterapi Yang Dipakai.

 

Jika diibaratkan bengkel mobil, metode psikoterapi bisa diumpamakan dengan alat yang dipakai memperbaiki mobil. Tentu saja ada banyak jenis alat perbengkelan yang semuanya berguna, tapi punya fungsi berbeda-beda. Untuk memperbaiki suatu kerusakan pada mobil, mungkin dibutuhkan satu atau beberapa peralatan sekaligus, tergantung jenis kerusakannya. Begitu pula dalam psikoterapi, saya menyesuaikan metode terapi dengan masalah dan tujuan Anda.

 

4. Mengakhiri Sesi Psikoterapi

Satu sesi psikoterapi yang saya lakukan berlangsung selama 2 jam. Kadang saya mengakhiri sesi dengan memberikan beberapa petunjuk yang bisa Anda laksanakan sendiri di rumah. Namun sering kali saya tidak memberi petunjuk apapun kepada Anda karena memang tidak diperlukan.

 

Beberapa klien saya bertanya pada akhir sesi: “Pak Indra, apakah saya perlu datang lagi?”, maka jawaban saya: “Kita lihat dulu perkembangannya setelah 1-2 minggu. Apabila ada sesuatu, Anda konsultasikan dengan saya agar bisa menentukan apakah perlu terapi lagi atau sudah cukup”.Masalah kejiwaan itu lebih rumit daripada masalah fisik karena jiwa tidak bisa dilihat. Oleh karena itu, sulit memprediksikan apakah Anda perlu terapi lagi atau tidak. Maka lebih baik dilihat perkembangannya, kemudian baru memutuskan perlu terapi lagi atau tidak.

 

PERTEMUAN KEDUA

Pertemuan kedua hanya diperlukan apabila Anda merasa perlu. Mungkin masalah Anda belum tuntas sepenuhnya atau Anda datang untuk mengatasi masalah lain yang tidak berhubungan dengan masalah sebelumnya. Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara proses psikoterapi pada pertemuan pertama dengan pertemuan kedua.

Setiap proses psikoterapi diawali dengan analisa masalah, menentukan tujuan psikoterapi dan setelah itu menerapkan suatu metode psikoterapi yang dinilai paling cocok. Dalam satu sesi psikoterapi, bisa jadi hanya digunakan sutau metode psikoterapi atau gabungan dari beberapa metode psikoterapi. Semua itu disesuaikan dengan kondisi Anda sebagai klien.

Proses psikoterapi itu lebih mirip sebuah perjalanan menuju “kesembuhan”. Anda adalah tokoh utama dalam perjalanan ini dan saya adalah pemandu jalannya. Sebagaimana sebuah perjalanan, kita sering kali mengalami hal-hal yang tidak kita duga sebelumnya. Dan setiap pengalaman psikoterapi itu biasanya unik, seunik kepribadian setiap orang.

 

Butuh Berapa Kali Sesi Psikoterapi?

Itu tergantung dari seberapa berat masalah psikologis yang Anda alami. Atau tergantung perubahan seperti apa yang Anda targetkan. Sebagian besar klien saya bisa mengatasi masalahnya hanya dalam 1 sesi psikoterapi. Untuk masalah yang sangat-sangat berat bisa jadi membutuhkan 2 sesi psikoterapi. Jangka waktu antara pertemuan satu dengan pertemuan selanjutnya bisa 1 minggu, 2 minggu, sebulan atau sesuai kebutuhan dan waktu luang Anda masing-masing.

Yang menarik adalah apabila sampai 2 kali terapi, masalah yang sama belum teratasi, maka terapi ketiga dan seterusnya gratis sampai Anda benar-benar mengatasi masalah Anda. Ini adalah komitmen psikoterapis yang tahu bagaimana membantu Anda secara profesional. Fakta dalam pengalaman saya, belum ada klien saya yang sampai membutuhkan lebih dari 2 kali terapi.

Sembuh setelah 1-2 kali terapi merupakan sebuah proses yang sangat cepat dalam  prkatek psikoterapi. Apabila Anda berkunjung ke psikolog atau psikiater yang masih menggunakan metode psikoterapi konvensional, maka dibutuhkan belasan sampai puluhan kali pertemuan untuk mendapatkan kesembuhan permanen. Itulah mengapa, psikoterapi dari saya (Indra Majid) diminati banyak orang yang ingin kualitas dan kecepatan.

 

Apa Yang Menentukan Keberhasilan Psikoterapi?

Perlu dipahami bahwa kesuksesan psikoterapi tidak hanya tergantung oleh usaha Psikoterapis semata. Dari berbagai penelitian statistik yang telah dilakukan dalam menilai keberhasilan psikoterapi, didapatkan fakta bahwa ada 5 faktor yang mendukung keberhasilan psikoterapi. Masing-masing adalah:

  1. Tujuan yang ingin dicapai. Dalam psikoterapi harus ada arah tujuan yang jelas. Baik klien dan psikoterapis harus memahami benar apa masalahnya dan perubahan seperti apa yang diinginkan. Itulah mengapa dalam psikoterapi diawali dengan proses assessment / pengenalan masalah untuk menentukan tujuan terapi.
  2. Kemauan klien untuk berubah. Psikoterapi tidak bisa dipaksakan. Meskipun Anda adalah orang tua atau keluarga klien, Anda tidak boleh memaksa klien untuk menjalani psikoterapi. Percayalah, apabila Anda memaksa anak Anda untuk datang menemui saya, maka psikoterapi menjadi kurang efektif.
  3. Keterbukaan pasien terhadap psikoterapis. Apabila Anda berniat menjalani terapi dengan saya, maka Anda harus bersedia menceritakan masalah Anda dengan apa adanya kepada saya. Semakin terbuka Anda, semakin mudah saya dalam membantu Anda. Selain itu, Anda diharapkan mau membuka pikiran Anda untuk menerima ide-ide baru atau saran-saran yang saya berikan.
  4. Pengalaman dan ketrampilan psikoterapis. Disinilah peran seorang psikoterapis dalam membantu klien / pasiennya. Seorang psikoterapis yang baik haruslah terampil dalam menerapkan ilmunya. Dan akan lebih baik lagi apabila seorang psikoterapis sudah punya jam terbang atau banyak pengalaman dalam menangani pasien. Seorang psikoterapis juga dituntut untuk memahami dasar-dasar psikologi, psikopatologi (ilmu tentang gangguan psikologi) dan memahami cara kerja pikiran manusia.
  5. Metode yang digunakan. Dalam ilmu psikoterapi, ada banyak sekali metode psikoterapi yang bisa digunakan. Sebagian metode  diajarkan secara umum di kuliahan, sebagian lagi merupakan metode khusus yang hanya diajarkan di pelatihan-pelatihan khusus di luar universitas. Setiap psikoterapis umumnya menggunakan teknik terapi yang berbeda-beda tergantung latar belakang pendidikannya. Saya pribadi lebih banyak menggunakan teknik-teknik psikoterapi yang merupakan inti sari pemahaman saya dari berbagai teknik psikoterapi yang praktis, cepat dan terbukti berhasil.

Sekarang Anda paham bahwa kesembuhan klien bukanlah hasil kehebatan psikoterapis semata, melainkan hasil dari kerjasama saya dengan klien itu sendiri. Seluas apapun pengetahuan yang saya punya, apabila klien tidak ingin sembuh atau tidak ingin berubah, maka saya akan kesulitan membantunya. Oleh karena itu, ketika Anda menemui saya, pastikan Anda sudah ada keinginan untuk sembuh / berubah.

 

Bagi orang yang mengalami masalah psikologis, keinginan untuk berubah ternyata tidak cukup mengatasi masalahnya. Sebagian besar orang yang mengalami masalah psikologis ingin sekali untuk berubah. Namun mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk berubah. Dia mungkin sudah mencoba berubah dengan caranya sendiri, tapi selalu gagal. Disinilah peran saya untuk membantu Anda berubah dengan metode psikologis yang sudah teruji secara ilmiah berhasil untuk mengatasi masalah Anda.

http://www.psikoterapis.com/?en_bagaimana-proses-psikoterapi-,23

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment