Konsultasi Jodoh

A. Konsultasi Psikologi
Konsultasi psikologi atau yang biasa disebut konseling adalah suatu proses interaksi antara pihak yang membutuhkan bantuan (disebut konseli/klien) dengan pihak yang mendapat keterampilan khusus memberi bantuan (disebut konselor/helper) dalam suatu hubungan yang formal dan professional.
Adapun faktor pendorong terjadinya proses konseling adalah:
1. Pada diri individu, yaitu adanya masa-masa kritis dalam setiap masa perkembangan individu, terutama masa remaja.
2. Pada kondisi luar individu, misalnya perkembangan teknologi, nilai-nilai demokratis, nilai humanis versus pragmatis, nilai etika pergaulan, kondisi struktural dalam pendidikan dan kerja, transmigrasi dan urbanisasi, hubungan keluarga dalam arti fisik dan psikis.
Sedangkan tugas konselor adalah mencari alternatif-alternatif yang dapat membantu pasien dalam upaya meninggalkan pola lama, memfasilitasi proses pengambilan keputusan dan mendapatkan solusi masalah yang lebih tepat. Jadi, konseling akan berlangsung dalam sesi-sesi sebagai berikut :
1. Memulai mendefinisikan masalah.
2. Melanjutkannya dengan mencari alternatif.
3. Mengambil keputusan terhadap pilihan satu alternatif pemecahan masalah dan mengaplikasikan pilihan tersebut.
Seorang konselor harus tetap bersikap profesional dalam situasi apapun dan dengan siapapun. Seorang konselor tidak diperkenankan memberikan sugesti-sugesti tertentu yang dapat mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan persepsi secara terpaksa. Ataupun membuat pasien semakin terancam secara psikis
Konselor harus dapat membuat pasien merasa nyaman berkonsultasi pada konselor tersebut, karena tujuan utama dilakukannya konseling pada pasien adalah untuk mempengaruhi perubahan tingakah laku secara sadar, memudahkan perubahan tingkah laku melalui interview, mendengarkan dengan penuh perhatian, membantu orang lain untuk pemahaman diri, pembuatan keputusan/pemecahan masalah, sehingga pasien tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak diri ataupun merugikan orang lain.
B. Konseling
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konsele) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Frank Parsons di tahun 1908 saat ia melakukan konseling karier. Selanjutnya juga diadopsi oleh Carl Rogers yang kemudian mengembangkan pendekatan terapi yang berpusat pada klien (client centered).
Dibanding dengan psikoterapi, konseling lebih berurusan dengan klien(konseli) yang mengalami masalah yang tidak terlalu berat sebagaimana halnya yang mengalami psikopatologi, skizofrenia, maupun kelainan kepribadian.
Umumnya konseling berasal dari pendekatan humanistik dan client centered. Konselor juga berhubungan dengan permasalahan sosial, budaya, dan perkembangan selain permasalahan yang berkaitan dengan fisik, emosi, dan kelainan mental. Dalam hal ini, konseling melihat kliennya sebagai seseorang yang tidak mempunyai kelainan secara patologis. Konseling merupakan pertemuan antara konselor dengan kliennya yang memungkinkan terjadinya dialog dan bukannya pemberian terapi atau treatment. Konseling juga mendorong terjadinya penyelesaian masalah oleh diri klien sendiri.
Konseling bisa dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti di masyarakat, di dunia industri, membantu korban bencana alam, maupun di lingkungan pendidikan. Khusus pada dunia pendidikan tingkat dasar dan lanjutan di Indonesia, layanan ini biasa disebut bimbingan konseling (konseling sekolah) dan dilakukan oleh guru pembimbing (konselor sekolah).
KASUS KONSULTASI PSIKOLOGI
Kasus # 1 Stress Karena Putus Cinta dari Pacar
Saya seorang pelajar yang sudah 12 hari putus dengan pacar, 12 bulan kami berpacaran, saat ini perasaan saya bercampur aduk antara sedih, kecewa, benci, kehilangan dia, dan terluka menjadi satu. Saya bingung harus bagaimana, saya malah mengalami insomia setiap saya mengingat mantan saya atau sekedar mengingat kejadian keributan antara saya dengan dia.
Saya kerap marasa takut bila teringat itu semua, hati menjadi tak karuan …Saya mohon beri saya solusi karena saya ingin sekali terlepas dari semua ini saya sangat merasa tersiksa saya ingin melanjutkan hidup saya…Saya mohon saran dan masukan apa yg harus saya lakukan? Terimakasih…
Jawaban :
Salam hangat,
Memang betul, kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berharga akan menimbulkan tekanan. Rasa sedih dan kecewa akibat kehilangan tersebut apabila tidak dapat diatasi akan menimbulkan stress. Nah, efek stress dapat berupa tidak doyan makan, sulit tidur, sering terbangun tengah malam, mudah lupa, sulit konsentrasi dan lain-lain.
Kami dapat membayangkan betapa tersiksanya adik atas putusnya hubungan kalian. Pada beberapa orang, menikmati rasa “sakit” hati dapat membantu memulihkan kondisi psikis, asal proses menikmati rasa sakit hati (sedih,kecewa,dll) jangan terlalu berlarut-larut. Adik bisa mencoba cara itu, bila tidak ,cobalah melakukan katalisis alias mencurahkan emosi atau perasaan dengan orang yang bisa dipercaya misalnya sahabat,ibu,kakak. Pendapat mereka dapat membantu pikiran anda tetap positif.
Sangat disayangkan, pada usia semuda ini anda sudah sebegitu pesimisnya menghadapi hidup pasca putus dengan pacar. Okelah, mungkin anda kehilangan seseorang yang menjaga hati anda, seseorang yang “selalu” ada untuk anda,yang selalu bisa mengerti dan membuat anda tersenyum.
Tetapi, anda perlu menanamkan kepercayaan pada diri sendiri bahwa anda bisa menciptakan sendiri kebahagiaan anda,meskipun tanpa pacar. Jalan hidup anda kan masih panjang (begitu kata-kata orang tua ) tapi mau tidak mau memang benar dik.walaupun tidak mudah menghadapi masa krisis perasaan ini tapi anda pasti bisa asal ada keyakinan disitu bahwa anda bisa.
Sebagai langkah awal, cobalah tersenyum sambil memandang cermin, lihat dan amati perubahan wajah anda dari kusut menjadi cerah. Memang pada awalnya akan sulit karena hati anda tak ingin senyum. Tapi paksalah untuk tersenyum. Lakukan saja dengan tulus. Dan rasakan efek luar biasa akan terasa.Hati anda akan berubah lebih baik. Ini adalah teknik sederhana untuk membantu mengubah suasana hati negative menjadi positif.
Selanjutnya anda sendiri yang harus mengobati luka hati anda, tidak ada yang bisa kecuali ANDA. Yaitu dengan cara berpikir positif dan tetap optimis menyongsong hari esok. Bila perlu datanglah ke guru BK di sekolah, kebanyakan dari mereka mempunyai ketrampilan untuk membantu siswanya mengatasi masalah pribadi, atau dapat pula menghubungi psikolog terdekat.

Dikutip dari : http://www.sahabatwanita.com/stres-karena-putus-cinta-dengan-pacar yang terbit pada postingan tanggal 31 Agustus 2010

Nama : Kesih Sugandi Pratiwi
Kelas : 4PA07
NPM : 12509657

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s